Puasa Wajib Dan Puasa Sunnah

Puasa Wajib Dan Puasa Sunnah Dalam Islam

Paket Umroh Promo Akhir Tahun 2015. Melalui bahasa, puasa berarti menahan diri dalam seluruh sesuatu, sedangkan menurut istilah puasa berarti menahan diri dari semua sesuatu yg bisa membatalkan puasa sejak untuk terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan disertai niat selanjutnya sejumlah syarat. Hukum puasa wajb ialah fardhu’ain (wajib atas diri sendiri seorang muslim). Puasa wajib terbagi jadi tiga jenis, ialah :

Paket Umroh Promo Akhir Tahun 2015

Puasa wajib dan puasa sunnah menurut ajaran islam

a. Puasa Ramadhan : Puasa wajib yg dilaksanakan pada bulan Ramadhan, satu bulan full. Hukumnya Fardhu’ain Allah SWT berfirman di surat Al Baqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan untuk orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa”.

Kemudian ditegaskan dengan surat Al Baqarah ayat 185 : “Yakni pada bulan Ramadhan, yaitu saat diturunkannya Al Quran yang menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan, dari pedoman serta pemisah antara yang hak dan yang bathil. Maka barang siapa yang berada di tempat pada bulan itu, hendaklah ia berpuasa…”.

Rukun Puasa :

  1. Niat (diucapkan malam harinya), orang yang berpuasa Ramadhan wajib berniat pada malam hari sebelum terbit fajar.
  2. Menahan diri untuk segenap yang membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Syarat Syahnya Puasa :

  • Islam (orang diluar Islam tidak wajib berpuasa).
  • Mumayiz (bisa membedakan yg baik serta yang buruk).
  • Suci dari haid serta nifas (keduanya wajib mengqadha ataupun membayar puasa yang ditinggalkannya), pada waktu yang diperbolehkan berpuasa
  • Berakal sehat (tidak gila ataupun mabuk)
  • Tdk dalam perjalanan jauh. Teruntuk musafir ataupun orang yg perjalanan jauh tidak wajib berpuasa. Allah berfirman di surat Al Baqarah ayat 185 : “…..Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajb menggantinya, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu….”.
  • Sanggup berpuasa, dikarenakan seseorang yang benar-benar tidak sanggup berpuasa, dia tidak wajib berpuasa. Akan tetapi patut menggantinya pada hari-hari lainnya ataupun membayar fidyah, yakni memberi makan fakir miskin semasa tidak berpuasa. Adapun orang-orang yg digolongkan orang yang tidak sanggup berpuasa, yaitu Wanita hamil selanjutnya orang yang sedang menyusui, Orang yang telah sungguh-sungguh tua serta lemah, Para pekerja berat, Orang yang sakit keras. Allah SWT berfirman di Al Quran dalam surat Al Baqarah ayat 184 : “…..Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah yaitu member makan seorang miskin…..”.
Syarat Wajib Puasa

Berakal, Baliq, Kuat berpuasa (orang yg tak kuat puasa disebabkan lanjut usia ataupun sakit tidak dwajibkan bepuasa). Penyebab batalnya puasa : Makan serta minum dengan sengaja, Muntah dengan sengaja, Melakukan hubungan suami istri (bersetubuh), Keluar darah (haid/nifas), Keluar mani dengan sengaja selanjutnya yang terakhir gila.

b. Puasa Nazar : Janji mengenai kebaikan yg asalnya menurut syarat tidak wajib serta kemudian sesudah dinazarkan jadi wajib. Puasa nazar yaitu puasa yang telah dijanjikan disebabkan menginginkan suatu harapan khusus, yg semula tidak diwajibkan dengan syariat namun setelah dinazarkan hukumnya jadi wajib apabila nazarnya dikabulkan Allah SWT. Allah SWT berfirman di Al Quran surat Maryam ayat 26 : “…..Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah”.

b. Puasa Kifarat : Puasa yg wajib dilangsungkan oleh seseorang selaku tebusan (kifarat) disebabkan melanggar salahsatu aturan. Puasa kifarat dijelaskan di Al Quran dikerjakan apabila berlangsung kondisi-kondisi seperti berikut :

  • Bilamana orang Islam tanpa sengaja membunuh orang Islam lainnya, selanjutnya tidak mampu guna menebus dengan memerdekakan budak belian, maka ia patut melangsungkan puasa 2 bulan berturut-turut. Lihat Q.S. An Nisa : 92
  • Bilamana seseorang melangsungkan zihar (menyerupakan istrinya semacam ibunya, semacam ungkapan “punggung engkau sebagaimana punggung ibuku”, selanjutnya ia tidak mampu memerdekakan budak belian, oleh sebab itu ia patut melangsungkan puasa 2 bulan berturut-turut. Lihat Q.S. Al Mujadilah : 3-4.
  • Tiga hari puasa bagaikan tebusan (kifarat) disebabkan mengucapkan sumpah yg membuat dia tidak dapat mengoperasikan sesuatu yang halal, apabila ia tidak bisa menebus dengan memerdekakan budak belian ataupun memberi makan untuk fakir miskin. Lihat Q.S. Al Maidah : 89.
  • Puasa kifarat disebabkan membunuh binatang buruan padahal sedang mengoperasikan ibadah haji. Puasa itu dikerjakan selaku pengganti memberi makan kepada orang fakir. Lihat Q.S. Al Maidah : 95.
Puasa Sunnah

Puasa Sunnah yaitu puasa yg dapat dilakukan serta dapat pula ditinggalkan. Seperti melalui hukumnya, memenuhi puasa maka akan menerima pahala, kemudian apabila kita membiarkan kita tidak akan mendapatkan dosa.

a. Puasa Senin Kamis : Puasa yg diperbuat pada setiap hari senin serta kamis. Rasulullah SAW bersabda : “Dari Aisyah r.a berkata, Nabi Muhammad SAW selalu memilih puasa hari Senin lalu Kamis” (H.R. Tirmidzi). Selain itu di kitab Riyadus Salihin diterangkan yakni Malaikat melaporkan tugas pencatatan amal manusia pada hari senin selanjutnya kamis, maka Rasulullah SAW melangsungkan puasa di hari senin dan kamis. Rasulullah SAW bersabda : “Dari Abu Hurairah r.a ia berkata yakni Nabi Muhammad SAW lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, setelah itu ditanyakan orang padanya berkaitan sebabnya. Hingga sabdanya : Sebetulnya amal-amal tersebut dipersembahkan pada hari senin dan kamis, lalu Allah SWT berkenan mengampuni semua muslim, kecuali 2 orang yang bermusuhan, maka firman-Nya : Tangguhkanlah kedua mereka tersebut” (H.R. Ahmad). Pelaksanaan puasa hari Senin serta Kamis persis dengan puasa wajib, hanya niatnya saja yang berbeda.

b. Puasa Bulan Syawal : Puasa yg diperbuat di bulan Syawal semasa 6 hari, bisa berurutan ataupun sembarang hari yang penting 6 kali puasa pada bulan Syawal. Puasa 6 hari pada bulan syawal juga sungguh-sungguh dianjurkan leh Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : “Dari Abu Ayyub Al Anshari : “Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang puasa dalam bulan Ramadhan, kemudian diiringi puasa 6 hari pada bulan Syawal, lalu yang demikian tersebut seolah-olah berpuasa sepanjang zaman” (H.R. Muslim).

Rukun serta Syarat sah dan wajib puasa 6 hari bulan Syawal sama melalui puasa-puasa wajib, yg membedakan hanyalah niatnya saja.

c. Puasa Arafah : Puasa yg diaplikasikan dalam tgl 9 Dzulhijah. Rasulullah SAW bersabda : “Dalam Abu Qatadah Al Anshari : Rasulullah SAW ditanya orang atas puasa hari arafah, jawab beliau moga-moga menghapus dosa satu tahun yang telah lalu serta satu tahun yang akan datang” (H.R. Muslim). Paket Umroh Promo Akhir Tahun 2015

Pelaksanaan puasa Arafah juga sama dengan puasa-puasa wajib yang lain, yg membedakan hanyalah untuk niatnya.

Iklan

Tentang raichi44

Paket Umroh Promo Murah 2015, Paket Umroh Promo Desember 2015, dapatkan harga paket umroh murah di travel kami. Ayo buruan seat terbatas!!!
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s